Login

Username
Password

Register
Forgot Password
Beranda
Web Links
Interaktif
Kirim Artikel
User Online
Member GIS
Global Community Nusantara
KOKI-Kolom Kita
Link Terbaru
·Komodo Tours & Travel - Trip To Komodo Trekking, Cruise Diving, Komodo Liveaboard
[Added: 09-Aug-2007]
·Web Hosting Indonesia - Web Design Artistik - SEO
[Added: 09-Aug-2007]
·SwissContact WISATA
[Added: 09-Aug-2007]
·Bali Hotels & Private Villas Accommodation
[Added: 08-Aug-2007]
Tampilkan situs Anda di sini.
Tambah link baru
Browse link
Berita Terbaru
Ingin Buat Web Site

Silahkan menghubungi kami BALI INTERMEDIA UTAMA
Telp: 03617906117

Komodo Tours

sponsored by:



 Global Indonesian Society

adalah situs perintis yang  mempunyai konsep  VIRTUAL TEAM BUT REAL PEOPLE.

Selamat Datang di  situs Global Indonesian Society, dimana anda  diberi kesempatan untuk berbagi cerita sukses  yang anda telah capai, dengan harapan para pembaca bisa mengambil pelajaran darinya.

 

 

Ingin tahu jam berapa di kota dimana teman anda  tinggal?, silahkan klik World Clock

 

 

Member GIS dimanapun anda berada,silahkan klik Set otomatis situs kesayangan GIS sebagai home page anda! 
 

Sedang bagi anda yang INGIN JADI MEMBER MILIS Global Indonesian Society, dimana anda bisa ikut diskusi, kirim artikel, foto, lagu dsbnya, silahkan klik dan isi formulir yang ada disebelah kiri bawah atau email langsung ke joseph.saputra@gmail.com

 

 



Arsip Berita














>












Untuk melihat dikota mana GISers bermukim, silahkan klik Member Map

Foto Hari Ini



Foto ini saya jepret dengan kamera saku Olympus SP-800UZ yang baru saja saya beli seminggu yang lalu.

Hasilnya cukup bagus untuk closed-up foto baik itu jarak jauh ie sekitar 30 meter dari objek, silahkan lihat foto kakatua yang sedang twerbang atau jarak dekat sekitar 1 centimeter dari objeknya ie perangko ini.

Foto gedung parlemen lama di Canberra ditahun 1927. , perangko antik ini banyak dicari oleh para kolektor stamps lho he he..



















































Foto yang saya jerept di Falkland Island, yang terletak beberapa ratus kilometer dari pantai Amerika Selatan wilayah Argentina. Terlihat sekelompok pinguin di pantai. Yang twerlihat itu jenis King penguin, lehernya berbulu kuning. Pinguin ynag bulunya coklat itu ternyata masih muda (bulu sementara saja) dan didekatnya adalah induknya.

Falkland Island ini daerah protectorat Inggris dan pernah diserang oleh Argentina di jamannya pemerintah PM Tracther. Penduduk pulau ini cuman sekitar 2500 orang saja.

Sedang penguin yang badannya kecilan itu jenis Magellanic penguin.

There are five species to be found, the King Penguin Aptenodytes patagonicus, the Gentoo Penguin Pygoscelis papua, the Rockhopper Penguin Eudyptes chrysocome chrysocome, the Magellanic Penguin Spheniscus magellanicus, and the Macaroni Penguin Eudyptes chrysolophus.



















































Lagu Hari Ini



Koleksi Lagu GIS

Koleksinya akan saya tambah sedikit demi sedikit, bagi anda yang ingin menyumbang lagu untuk di koleksi di situs GIS ini, silahkan kasih judul lagunya atau link youtubenya ke milis GIS

Silahkan klik untuk mendengarkan lagunya


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com



I am sailing…I am sailing.. across the seas…..can you hear me, begitu nyanyi Rod Stewart.

Begitulah sejatinya hidup manusia didunia ini…..(Spritual) Life is about journey… Life is too short, Hidup didunia ini hanya sekedar mampir minum aja, Sejatining urip iki, ibarate kaya dene wong lelungan, ning donya mung mampir nyucup ngombe.…begitu orang Jawa bilang.

Makanya itu banyak juga orang yang secara tak sadar jadi musafir, kelayapan bahkan seneng berlayar, I am sailing … ikut cruise ha ha ha ha.. Cuma sedikit dari mereka itu yang tahu bedanya, kalau cruise itu tujuan kapal khan tergantung dari kaptennya , sedangkan saya ini yang jadi nahkodanya ya saya sendiri ha haha



Dimanapun anda berada, mari kita berkaraoke bersama, mengikuti salah satu lagunya Rod Stewart ini dan coba memahami makna liriknya..





Silahkan nikmati ssuara merdu Bryan Adams, Rod Stewart, Sting dalam lagunya All For Love





Kali ini Rod Stewart akan menghibur anda dengan salah satu lagunya You're in my heart





Kali ini salah satu penyanyi dari grup Trademark akan menghibur anda dengan lagunya yang berjudul Only love. Grup ini punya 3 penyanyi andalan yaitu : Achim Remling, Mirko Bäumer dan Sascha Sadeghian.

Silahkan simak liriknya dan nikmati lagu kiriman Linda Cheang-Bandung ini.





Video clip ini sudah di klik lebih dari 8.2 juta, silahkan nimati lagu I always love you yang dinyanyikan oleh Lin Yu Chun, Taiwan



Since unexpectedly skyrocketing to international fame with millions viewing this performance on the internet, Lin Yu Chun has made his first visit to the USA, where he recently appeared on the Ellen Degeneres Show and also Lopez Tonight. Here Lin sings the Dolly Parton classic on a Taiwanese tv talent show competition. (Parton wrote and first recorded the song, which Whitney Houston later recorded.)













Perkawinan antar species adalah satu mekanisme evolusi




Partisipasi: oom Saputra


Salah satu uniknya, situs dan milis GIS adalah keberaniannya mengikuti dan membahas perkembangan ilmu secara terbuka tanpa “takut” bertentangan dengan agama apapun, sebab sejatinya ilmu dan agama itu berjalan berdampingan, daaan hanya mereka yang berpandangan sempit saja, menganggap bahwa ilmu adalah musuh dari agama. Attitude open minded ini sangat diperlukan dalam kehidupan yang serba modern sekarang ini, terlebih bila anda tinggal di luar negeri, dimana lingkungan sehari hari sangat bebas, apa adanya.

Ilmu pengetahuan begitu pesat majunya, bisa dibayangkan dua ribu tahun perkembangan ilmu sebelumnya sebanding dengan perkembangan ilmu dalam beberapa puluh tahun terahir ini saja.

Saya masih ingat semasa masih kuliah, theori Evolusi Darwin masih banyak pro dan kontra-nya, terutama pihak agama masih bersikukuh bahwa manusia langusng diciptakan oleh Tuhan dalam bentuk seperti sekarang ini. Pope John Paul II, mengakui jerih payah kalangan ilmuwan, terutama yang berkecimpung dalam bidang kepurbakalaan dan sejenisnya, bahwa Theori Evolusi tidak hanya sekedar hypothesa saja. Some new findings lead us toward the recognition of evolution as more than a hypothesis


Silahkan simak dengan cermat cuplikan pandangan Katholik terhadap Theori Evolusi sbb: In an October 22, 1996, address to the Pontifical Academy of Sciences, Pope John Paul II updated the Church's position to accept evolution of the human body:
"In his encyclical Humani Generis (1950), my predecessor Pius XII has already affirmed that there is no conflict between evolution and the doctrine of the faith regarding man and his vocation, provided that we do not lose sight of certain fixed points....Today, more than a half-century after the appearance of that encyclical, some new findings lead us toward the recognition of evolution as more than a hypothesis In fact it is remarkable that this theory has had progressively greater influence on the spirit of researchers, following a series of discoveries in different scholarly disciplines. The convergence in the results of these independent studies – which was neither planned nor sought – constitutes in itself a significant argument in favor of the theory."



Terlebih lagi, hasil research yang berhasil membuktikan bahwa ternyata penerusan generasi bisa dengan cara perkawinan antar species, ini sebagai kunci bahwa kelemahan Theori Evolusi yaitu adanya missing link , rantai yang terputus dalam evolusi dari hewan ke manusia berhasil dihilangkan.

Terahir beberapa bulan yang lalu, struktur gene (genome) dari species Homo Neanderthalis yang punah sekitar 30 ribu tahun yang lalu berhasil di rekonstruksikan dan dari sedikit analisa mereka ternyata species yang paling dekat dengan homo sapiens ( manusia modern) ini sedikit demi sedikit berberbaur dengan perkawinan dengan manusia modern, jadi tidak hanya punah begitu saja . Eh jadi jangan kaget kalau diantara anda yang keturunan species Neanderthal ha ha ha ha…

Recent advances in high-throughput DNA sequencing have provided initial glimpses of the nuclear genome of Neandertals as well as other ancient mammals including cave bears and mammoths. In the 7 May 2010 issue of Science, an international team of researchers presents the draft sequence of the Neandertal genome composed of over 3 billion nucleotides from three individuals.
Because Neandertals are much closer kin to us than are chimpanzees, which diverged from the human lineage 5 to 7 million years ago, matching Neandertal DNA against our own has the potential to reveal genetic changes that help define who we are.


Jadi ekstremnya, mungkin saja terjadi species chimpanze kawin dengan species yang dekat lainnya misalnya gorilla dan dari sini terjadilah species baru yang makin maju, makin pinter. Ini lebih diperkuat lagi dengan penemuan bawah tenyata ayam itu lebih duluan dari pada telur. Simak artikel saya yang lalu, quote: Scientist menemukan sejenis protein, Volcledidin OC-17 di ayam yang memegang peran kunci dalam pembentukan kulit telur. Jadi kesimpulan Professor John Harding dari Sheffield University, Ayam duluan he he he…

Scientists already knew that the protein, vocledidin-17 (OC-17), plays a part in eggshell formation, but the new technology allowed the team to demonstrate exactly how the protein makes it happen.

In a computer simulation, the OC-17 protein acted as a catalyst to kickstart the formation of crystals that make up an eggshell by clamping itself on to calcium carbonate particles.

The OC-17 protein then dropped off when the crystal nucleus was large enough to grow on its own, freeing up the protein to start the process again.

Eggshells are created when this happens many times over within a short period of time.

"Understanding how chickens make eggshells is fascinating in itself but can also give clues towards designing new materials and processes," said Professor John Harding from Sheffield University, one of the authors of the research.


Juga dari analisa genetik dapat diketahui bahwa salah satu “kelemahan” dari species Neanderthal adalah di lokasi gene FOXP2 , gene di lokasi ini yang bertanggung jawab terhadapat kemampuan “biantang” berkomunikasi dengan berbicara.(speech) Inilah beda utama antara binatang dan manusia. Tanpa mampu berbicara (=language development) , akan sangat sulit bersosialisasi dan tanpa mampu berbicara akan sangat sulit pula berbudaya. Makanya itu keberadaan agama dimulai sejak ada “hewan”yang mulai bisa berbicara !!.(=word) ,
In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
From the beginning, as the evangelist says in 1Jo 1:1; it is as though he said that the Word did not begin to have his being when God began to make all that was made: for the Word was even then when all things that were made began to be made, and therefore he was before the beginning of all things.


Silahkan simak dengan cermat video clip, tentang salah satu analisa dari Neanderthal genome, Svante Pääbo of the Max Planck Institute joins Cold Spring Harbor Laboratory's Dave Micklos to discuss Neanderthal genetics. Dr. Pääbo looks at mating between humans and Neanderthal, the FOXP2 gene and language development, and the possibility of recreating a Neanderthal today.





El Condor Pasa, siapa yang punya?



Partisipasi: Oom Saputra-Canberra



Eh cerita tentang Peruvian hairless dog yang fotonya saya jepret di komplek Huaca de la Luna , silahkan baca artikel judul Ekspedisi Kon Tiki, rasanya koq tidak lengkap kalau tidak sedikit cerita tentang kebudayaan Indian suku Moche yang mendominasi daerah pengunungan Andes di bagian Amerika Tengah.

Sebelum saya ikut cruise ke Amerika Selatan dan sempat mengunjung kota kota dimana kapal Veendam berlabuh, saya pernah mendengar sedikit tentang tingginya kebudayaan Indian Maya, Aztec dan Inca, itupun saya tidak menaruh perhatian dibagian mana mereka itu pernah berjaya he he he….pokoknya somewhere di Amerika Selatan deh he he he.. Dan saya baru tahu sedikit bahwa civilization suku Indian Moche itu tidak kalah hebatnya dengan Inca, Aztec bahkan Maya.





























































































































Aztec yang ibu kotanya di Tenochtitlan, sekarang lokasinya dekat kota Mexico-City, mendomniansi daerah Meksiko sampai North America. Wilayah yang cukup luas, jumlah penduduk lebih dari 15 juta tersebar lebih dari 500 kota, ini negara besar lho mengingat Aztec itu khan jauh sebelum Sponyol, Portugis datang ke America

Maya Impire, mendominasi daerah Central America terutama daerah Yucatan, Guatemala dan South-East of Mexico. Maya ini sangat terkenal dengan pengetahuan yang sangat tinggi dalam bidang artonomi dan astrologi he he he.., bahkan ketepatan calender-nya lebih tepat dari kalender modern yang kita pakai sekarang ini !. Lebih hebat lagi ‘ilmuwan” Maya ( sekitar 340 AD jadi 1650 tahun yang lalu) ) sudah bisa memperhitungkan bahwa akan terjadi kiamat ditahun 2012 ini.

Sedang nama kebudayaan Inca tidak bisa dilepaskan dengan Peru, yang sangat terkenal dengan reruntuhan kota kuno Machu Piccu, atau “Lost City of the Incas” , di salah satu puncak pegunungan Andes. Sampai sekarang para ilmuwan belum jelas bagaiman orang Inca bisa membangun dan survive di kota yang dengan ketinggian lebih dari 400 meter itu, mengingat keterbatasan tehnologi waktu itu. Kota yang sangat sulit dicapai bahkan tidak diketahui keberadaanya oleh pendantang Spnayol, baru di tahun 1911, reruntuhannya ditemukan oleh ekspedisi America yang dipimpin oleh Hiram Bingham The spectacular ruins of Machu Picchu, missed by the Spanish Conquistadors and only discovered by the American explorer Hiram Bingham in 1911.

Waktu kapal Veendam merabat di pelabuhan dekat kota Lima, ini kota Peru, saya, istri sempat ikut rombongan offshore tour ke komplek arkeologi Huacas del Sol y de la Luna, yang jaraknya sekitar 3 jam dengan bus.

The Temples to the Sun and Moon (Huacas del Sol y de la Luna). The Mochicas built them during the Moche period, over 700 years before the Chimu civilization and Chan Chan. These two temples are pyramidal and about 500 meters apart. The Huaca de la Luna has over 50 million adobe bricks, and the Huaca del Sol is the largest mud structure on the continent. The desert climate has enabled these mud structures to last for hundreds of years.

Dari tempat ini saya baru tahu bahwa kebudayaan pre-Columbian, Indian Moche itu sangat tinggi, bahkan saya sempat lihat dua piramide tinggi yang letaknya berjejeran di komplek itu, sayang saya tidak sempat mendakinya he he he

Indian Moche ini sangat terkenal dengan kegemaranya berperang he he he.. , bahkan tak segan segan memenggal kepala tawanan peranganya didepan umum dalam upara ritual, di komplek ini ditemukan lebih dari 70 tengkorak dan tulang belulang yang diduga korban upara ritual agama Moche.

Silahkan nikmati video clip dibawah ini, begitu tingginya kebudayaan Indian Mocha , pre-Columbian , sebelum diobrak abrik oleh penjajah Spanyol.



Peru juga tidak bisa dilepaskan dengan lagu El Condor Pasa, tapi sama halnya dengan lagu tango La Cumparsita, yang jadi rebutan antara Uruguay dan Argentina, jangan heran bila lagu El Condor Pasda juga di klaim oleh Bolivia, Paraguay sebagai miliknya he he he… Lagu yang pernah beken juga di tanah air disekitar tahun 60-an.



Instrumen musik khas Peru dan daerah dataran tinggi Andes adalah siku, bentuknya seperti seruling tapi tanpa lubang dan twerdiri dari sederet pipa yang panjangnya menetukan nada suara yang terbentuk ( prinsip seperti pipa organ).






Tata, Tentrem, karta Raharja



Partisipasi: Oom Saputra


Waktu Swami Satyananda, the founder of the International Yoga Fellowship ditanya, apakah konflik yang terjadi dimana mana sekarang ini pada suatu saat akan ada penyelesaiananya sehingga dunia bisa jadi aman dan damai. ,b>Will all the problem and conflicts in this earth today ever be resolved while we are on this earth? Jawabnya kalem, I’m not pessimistic, but I believe that these problems are necessary to keep man occupied, keep him/her growing. If we have no problems, no conflicts and no tensions, nobody is anxious and if there is nothing for the mind to play with, and there is no reason why your mind should grow. Jawaban yang sangat diplomatis dan beliau berhasil mengambil dari segi positive dari problems dan conflicts yang terjadi disekitar kita…TAPI…… lha ini yang saya akqan ceritakan

Di MEST –universe ini ( Mass, Energy, Space and Time) , kemampuan manusia ada limitnya. . lain halnya di ES-universe, kemampuan kita tidak ada limitnya he hehe… Lha ini ribetnya karena manusia hidup di dua dunia dalam waktu yang bersamaan. Dilain kesempatan saya akan cerita tentang ini lebih detail deh… Jadi yang dimaksud oleh Satyananda dengan problems and conflicts itu tidak lain disebabkan oleh the Paradox of Life dan menurut Charles Handy dalam bukunya The Empty Raincoat, ada 9 macam paradox:

1.The Paradox of Intelligence Besarnya gap antara si pinter dan si bodo. Yang pinter bisa menguasai dunia dengan “their ability to acquire and apply knowledge and know how”-nya, sedang yang bodo terpaksa mempertahankan hidupnya dengan mengais-ais sampah.

2.The Paradox of Work Yang kerja sibuknya setengah mati sampai sampai tidak ada waktu untuk istirahat/ berlibur, sedang yang nganggur sulitnya bukan main untuk dapat kerjaan.

3.The Paradox of Productivity Dimana manusia ditantang untuk bisa survive melawan robot yang nota bene ciptaannya sendiri!. Manusia yang tidak bisa bekerja dengan effisien dan produktif akan diganti oleh robot/mesin.

4.The Paradox of Time. Waktu/time menjadi jenis komoditi “baru” yang membingungkan manusia. Some will spend money to save their time, others will spend their time to save money, begitu tulis Charles.

5.The Paradox of Riches. Yang kaya menjadi makin kaya sedang yang miskin jadi makin miskin. Ini yang terjadi di Indonesia, Argentina dan banyak negara lainnya, bahkan di Australia, dalam kurun waktu 20 tahun ini beda si kaya dan si miskin makin membesar saja.

6.The Paradox of Organisations Perbedaan tajam sekali antara negara negara maju dengan sistim organisasi/birokrasinya yang sangat canggih/ teratur dengan negara negara dunia ketiga termasuk Indonesia yang sangat amburadul. Ini akan sangat mempengaruhi tata cara hidup sehari hari.

7.The Paradox of Age Di negara maju, life span manusia yang makin tinggi menimbulkan banyak problem, sama seperti banyaknya bayi yang mati karena kelaparan dinegara negara miskin.

8.The Paradox of the Individual Banyak manusia kehilangan jati dirinya. Terlihat jelas sekali kalau seseorang karena sesuatu sebab kehilangan pekerjaannya, mendadak kartu nama yang dikantonginya tidak valid lagi!. Who do you represent?. Dan sebaliknya manusia yang berkerja disuatu perusahaan/ organisasi secara tidak langsung identitas pribadinya “hilang”, digantikan dengan identitas perusahaan dimana dia bekerja.

9. The Paradox of Justice Justice bagi si kaya sangat lain artinya dari justice bagi si miskin. Manusia yang menabrakkan dirinya di WTC New York berjuang untuk justice, sama halnya dengan manusia yang menyerang Afghanistan. Begitu pula bentrok senjata dimana dimana selalu berdalih memperjuangkan “justice” dari sudut pandangnya masing masing. Justice yang berdasar atas asas equality menjadi kabur dan membingungkan manusia. Bukankah capitalism depends on the fundamental principle of inequality?

Satyananda lalu menambahkan, If there is no hatred, and if there is no passion, if there is no worry, then the mind become dull! , ha…ha…ha…, benarnya juga, persis seperti yang ditulis oleh Charles Handy Paradox does not have to be resolved – ONLY managed. We can manage the paradox if we can make sense of them, if we can combine their unexpected twists and their contradictions to forge a better world, we shall have done well

Perang melawan kemiskinan pasti akan kalah, kemiskinan pasti akan tetap ada saja. Perang melawan ketidak adilan pasti akan kalah, sebab injustice pasti akan tetap ada saja, begitu pula perang melawan paradox yang lainnya. Tetapi bila kita masing masing bisa “sadar” akan adanya kesembilan paradox ini maka masing masing kita bisa mengantisipasi “the unexpected twists” dan “contradictions” –nya sehingga kita bisa “berkelit” menghindari getahnya (akibatnya), begitu maksud Charles itu, misalnya sekolahkan/ didik anak anak bangsa sebaik mungkin bila tidak ingin kena getahnya “the Paradox of Intelligence”.

Contoh lain: Cara bercengkrama dengan Paradox of time adalah mengatur waktu anda dengan se- effisien dan se effektif mungkin, hari demi hari. Dan membuat rencana kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang ( 10 tahun keatas). Saya dan istri bisa tour ikut cruise sampai 45 hari non stop itu adalah satu hasil dari bercengkrama dengan paradox of time yang membutuhkan time management yang sangat rinci dan perencanaan dan persiapan yang lama sebelumnya.

Di negara negara yang masih berkembang, Paradoks of Life kentara sekali manifestasinya. Sehingga saya tidak heran waktu kami ikut cruise keliling America Latin yang lalu, tidak ada seorangpun penumpang yang berasal dari Indonesia, saya tahu banyak sekali orang Indo yang kaya raya dan bagi mereka tidak jadi soal untuk membayar tiket cruise. Kalau ditanya, pasti jawabnya,… tidak punya waktu he he he..tapi sebaliknya kami ini duitnya pas pasan saja, dan tidak kaya, apalagi kaya raya ha ha ha ha, tapi bisa mengatur waktunya sehingga bisa ikut tour 45 hari nonstop.

Contoh lain yang lebih sederhana: Selama crusie saya masih ada waktu untuk menulis artikel hampir sertiap hari dan mengirimkannya ke milis dan situs GIS!, padahal acara sehari harinya udah super padat. Tanpa time management yang rapi, mana mungkin bisa begitu, untuk mengumpulkan informasi bahan artikel plus foto fotonya yang cocok saja khan butuh waktu dan tidak gampang lho.

Contoh yang lebih lucu: Waktu ombak laut sedang gede, kapal oleng berat, banyak penumpang yang tiduran di cabin karena mabuk laut, tapi saya malah pingpong sendirian (satu meja dilipat) ha ha ha..

Jadi bila direnungkan, sebab dari paradoks adalah faktor manusianya sendiri. Tuhan tidak menciptakan malapetaka, kejahatan, kemiskinan, kebodohan dan sebagainya. Buktinya, di dunia binatang tidak dikenal paradox, tidak ada itu yang namanya anjing kaya , anjing miskin dsb dsbnya ha haha Jadi inti mekanisme dari terjadinya paradoks adalah Free Will, atau Kebebasan Berkehendak yang dipunyai setiap individu, dan free will ini adalah salah satu anugrah Tuhan. Kekuatan Free Will demikian hebatnya sehingga bisa dipakai untuk melawan kehendakNYA, eh tapi selalu kalah lho hehe..

Saya koq lantas teringat akan Patih Gajah Mada, dengan Sumpah Palapanya, beliau ini mengidam idamkan negara yang Tata, Tentrem, karta Raharja, bila tatanan suatu negara itu serba teratur baik infra struktur administrasinya, infra struktur “harware”-nya misalnya jalan jalan teratur tak macet, srabutan, begitu pula semua jenis transportasi, semua orang punya tempat tinggal, rumahnya teratur semua fasiltas untuk rumah air minum, gas, listrik, tilpon dsbnya tersedia dengan mudah dan berfungsi optimal dsbnya. Lha inilah tugasnya pemerintah ha ha ha….bila ini sudah tersedia, maka rakyatnya bisa lebih mudah Tentrem dan negara jadi lebih Aman plus setiap warganya bisa lebih mudah mengatur dimensi T (Time) –nya, bisa membuat rencana jangka pendek, panjang dsbnya, tanpa merasa “ketinggalan sepur” he he he…

Tapi bagi anda yang senang berdebat, lha kalau tinggal di suatu negara yang semuanya serba teratur, apa enggak lekas bosan, kurang ”tantangannya gitu he he he…. Jawabnya: kembali lagi, hidup dalam MEST-universe itu kemampuan manusia khan ada batasnya, bila untuk mendapat nafkah “sesuap nasi” saja harus bisa berhasil menghadapi “tantangan” yang sering melampui kemampuan orang itu, lha akibatnya khan dia jadi mata gelap, mencuri, merampok dan tindak kejahatan lainnya., inilah yang disebut sebagai Homo homini lupus, hukum siapa kuat siapa menang, hukum rimba. Sebaliknya, bisa semuanya serba teratur, maka keinginan menundukan tantangan dapat dipusatkan ke usaha untuk mengendalikan dimensi T ( Time), sebab sejatinya hidup didunia ini yang paling sukar adalah “mengendalikan dimensi waktu”, dengan nota bene bahwa setiap orang khan mendapat jatah sama yaitu 24 jam seharinya he he he… Latihan, sebelum keburu meninggalkan dunia ini, dimana disitu tidak ada dimensi waktu lagi (=kehidupan kekal) ha ha ha ha ha

Silahkan simak dengan cermat inti Sumpah Palapa dibawah ini

Nagari ingkang kaeka adi dasa purwa, Eko sawiji dasa sepuluh, purwa wiwitan. Satus datan wonten sadasa, sadasa datan wonten tiga. Nagari ingkang panjang punjung gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja, panjang pocapane, punjung luhur kawibawane. Ngrembaka subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Kalis saking bebaya, mboten wonten tindak durjana lan mboten wonten ingkang pek-pinek barange liyan. Nagari kang ngungkurake pagunungan, ngeringake benawi, ngananake pasabinan, mangku bandaran ageng. Enjang rajakaya, ingon-ingon bidal dateng pategalan pados tetedhan, manawi sonten wangsul dateng kandangipun piyambak-piyambak. Para kawulane kacekapan sandang pangan dalah papan.

Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa”


Juga silahkan simak lirik lagu Amukti Palapa di window youtube dibawah ini









Close-up photography



Partisipasi: Oom Saputra - Canberra

Kali ini saya ingin cerita sedikit tentang salah satu tehnik dalam close-up photography. Adapun beda antara foto macro dan foto close-up sudah pernah saya bahas di artikel sebelumnya.

Menjepret foto close up itu mudah , tapi yang paling sulit adalah menjepret objek kecil yang bergerak cepat mendekat objek lain, misalnya seekor tawon yang terbang mendekati sekuntum bunga.

Di foto terlampir adalah eksperiment yang saya lakukan pagi tadi, dengan kamera saku Olympus SP-800UZ. Kamera ini baru saja saya beli lewat internet, di toko harganya sekitar A$700, saya beli cuman $350, cukup mahal untuk harga kamera saku, tapi tetap saya pilih karena amempunyai kemampuan optical zoom sampai max 30 kali dan kemampuan membuat video dan sekaligus zooming.

Sekuntum bunga ini, pertama saya record sebagai video, dengen jarak sekitar 3 meter dari kamera, sambil saya zoom sampai cluse up yang terlihat di foto terlampir. Jari telunjuk yang terlihat adalah jarinya Shenny, anak kedua kami yang kemarin baru datang dari London.


















































Saya minta bantuan Shenny, supaya jarinya bergerak cepat mendekati bunga, sambil saya shooting video. Ini seolah olah seekor tawon terbang mendekati bunga dan persis akan menclok di bunga saya jepret.

Setelah saya rekam, file saya olah di software dan saya pilih satu frame fotonya dimana jari Shenny persis akan menyentuh bunga dan saya save dalam jpeg.

Hasilnya cukup lumayan bagus dengan catatan, sering kali kejadian tawon atau serangga lain yang terbang mendekati bunga atau objek lain itu jarang kita jumpai sehingga membutuhkan waktu lama dan sabar menunggu dan berkali kali jepret sana sini. Dengan tehnik yang saya uraikan ini, saya bisa membuat foto close up tepat pada detik yang saya inginkan he hehe..

Sebagai tambahan informasi, bunga itu saya video dalam jarak 3 meter lho dan kemampuan Olympus SP-800UZ ini saya dengan mudah bisa buat foto close up dalam jarak yang lebih jauh lagi, misalnya 15 meter, jepret sepasang burung pipit yang menclok diranting pohon, yang lagi asyik berciuman ha ha hah

Bagi anda yang punya hobby photography dan kebetulan ingin beli kamera lagi dan duitnya agak longgaran, saya rekomendasikan beli kamera DSLR-hybrid, jenis kamera yang mampu rekam video dengan hi-resolution dan lensa bisa diganti sesuai dengan kebutuhan medan objeknya. Kamera hybrid ini manpu dengan mudah buat foto yang indah sekali dengan tehnik yang saya uraikan diatas.

Update artikel:

Minggu pagi ini saya sempatkan waktu membuat video burung kakatua, gala dan parot yang biasa datang kerumah kami setiap pagi.

Mereka ini pasti datang mampir kerumah karena tahu pasti bahwa saya sediakan makanan biji bijian kesukaan mereka, dan ini sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun.

Bila saya sedang travel, maka saya pasti minta rolong tetangga , anak kami atau teman untuk beberapa hari sekali kasih makan burung liar kami he he he… Tetangga pernah sempat tanya, “Koq mau maunya kamu kasih makan mereka, khan itu bukan burungmu”. Saya jawab spontan, Eh ini sebagai ungkapan terima kasih saya kepada burung burung itu yang lahannya telah kita pakai untuk buat rumah kami. Burung burung itu khan sejatinya yang memiliki lahan daerah kita tinggali sekarang ini, jauh sebelum daerah ini ada rumah mereka udah ada disini, dan waktu itu daerah ini penuh dengan tumbuh tumbuhan yang menghasilkan biji bijian sebagai sumber makanan mereka”

Saya tidak ingin burung yang dipelihara dalam kurungan, biarlah mereka hidup di alam bebas, begitu imbuh saya.























































































































































Tiga foto ini saya captured dari video yang saya buat dengan kamera saku SP 800UZ. – 14 Mega pixel.
Dan sebagai tambahan informasi burung burung itu liar lho, tidak mungkin saya bisa buat foto closed-up ini kalau tidak dengan video camera hi-resolution.

Silahkan lihat foto ketiga, dimana terlihat dua burung menclok dipuncak pohon cemara, salah satu kakatua itu yang terlihat juga di foto closed up terlampir dan saya pilih yang sayapnya lagi mekar, posisi terbang, seperti terlihat. Jarak jepretnya persis sama, sekitar 30 - 40 meter.

Kalau ada diantara anda yang tanya,"wah sayang sayapnya terpotong"
Jawab saya: saya khan tidak bisa tahu, si burung kakatua ini akan terbangnya kearah mana!
Bila anda perhatikan, saya sudah menyiapkan space yang cukup lebar disebelah kiri, TAPI ternyata si kakatua terbangnya kearah kanan dan ujung sayapnya tidak tertangkap seluruhnya di frame foto. ha ha ha... Moment itu hanya sekitar 1/30 detik lho

Dimanapun anda berada, mari kita nyanyi bersama, lagunya Burung kakatua , jenis burung liar yang banyak sekali ada disekitar rumah saya he he he….

Life span-nya bisa sampai 120 tahun lho , jauh lebih panjang dari umur manusia he he he….makanya itu kakatua adalah salah satu burung yang mempunyai “pengalaman hidup” yang banyak sekali dan dari sinilah mereka belajar mengantisipasi apa yang bakal terjadi , pinter mengawasi kebiasaan saya !, jam berapa saya pergi, pulang, jalan jalan. Mobilnya warna apa, manusia dan mobil jenis apa saja yang sering berkunjung kerumah dsb dsbnya misalnya bila saya sedang travel, si burung kakatua bisa tau lho, dan akan datang menjenguk saya tepat dihari pertama saya balik kerumah, sambil pada teriak teriak…..welcome home oom, jauh lebih keras dari GISers …. ha ha ha…. ! Eh, padahal puluhan kakatua itu tetap liar lho.

Native to Australia, Papua New Guinea and Indonesia, there are over 40 species of cockatoo. These can be divided into two main groups – the white cockatoos and the black cockatoos. The species available as pets in Australia range from the well-known Sulphur Crested Cockatoo, the Galah, the Major Mitchell, the Red tail Black Cockatoo, to the lesser known White (Umbrella) Cockatoo. Overseas, the Moluccan and Umbrella Cockatoos also make a lovely pets but are rarely kept as pets in Australia due to their expense.

Cockatoos of any species should always be purchased from a young age and it is preferable to obtain a male hand reared bird from aviary bred parents. It is not recommended to obtain any parrot from the wild as these birds quickly revert to their wild behaviour and become unhappy in captivity.

The most obvious external feature of any cockatoo is the erectile crest that raises immediately after alighting and when alarmed or excited. The strong, heavy beak of the cockatoo is used to crack large seeds but can also produce a powerful and destructive bite. Consistent training from a young age will help ensure potential cockatoo owners enjoy a bird free of this destructive habit. Hand reared male Red Tailed Black Cockatoos are generally less prone to bite and make better pets, especially for younger owners, for this reason. However, these birds require an extremely dedicated owner who is willing to provide significant and meaningful attention to this highly intelligent species.

With a lifespan of up to 120 years with some cockatoo species, these birds make wonderful life long friends. They have great characters, a “cuddly” nature and enjoy physical interaction with their owner. Cockatoos deprived of this affection may become loud and develop unwanted behaviours. These friendly birds are good talkers but also possess the ability to make loud screaming noises. For this reason, cockatoos can be a challenging bird to keep and therefore require a committed owner who is willing to provide continuing obedience training






Dunia Fatamorgana



Partisipasi: Oom Saputra

Jalannya agak pincang, langkahnya berat, begitu Ki Amat masuk ke-ruangan kelas pagi ini. "Ha…., ha….., ha….", terdengar riuh rendah tawa murid murid. Bagaimana tidak, jari jari kaki yang biasanya bebas mekar kesana sini, kali ini terpaksa ditelikung berdesakan didalam sepatu bot yang dipakainya. "Pinjam dari anak saya", terus terang jawabnya, waktu ditanya oleh Jojon, si ketua kelas. "Made in Bandung, tapi kwalitetnya tidak kalah lho dengan buatan Itali", selalu jawab Subur kalau ditanya oleh teman temannya, bangga akan sepatu botnya, nyentrik, ujungnya lebar sekali, papak kayak moncong plathypus.

Tak lupa Jojon mengunci pintu kelas segera setelah kelas mulai, seneng juga batin Ki Amat, sekali dikasih tahu lantas pada mengerti, pada disiplin, tidak seperti manusia manusia ber-mental jongos yang tidak bisa menghargai waktu (Time), senengnya telat bahkan mangkir, sampai sampai diancem potong gaji segala.

Minggu lalu, sampai dimana pelajaran ilmu alamnya", tanya si Ki mengalihkan perhatian murid muridnya. "MEST universe", jawab murid murid hampir serentak. "Jadi apa definisinya S(space)", kejarnya. Setelah agak lama tidak ada murid yang berani menjawab, si Ki menulis dipapan tulis, An area in which M(matter) can change of motion, in term of T(time) and E(energy) "Wah, mumet aku", keluh Jojon, setiap dapat pelajaran ilmu fisika.

Contohnya, "Seorang pemain tenis (M) jalan (E) muter mengelilingi lapangan tenis (S) sebelum bertanding, butuh waktu 1 menit (T). Presiden (M) mlaku mlaku (E) keliling istana negara (S) butuh waktu 30 menit(T)", jelas Ki Amat. "Jadi MEST itu saling inter-dependent", tambahnya.

"Trus gimana Ki", kejar murid muridnya, makin tertarik. "Definisi S(space) menurut science (ilmu fisika) ini yang bikin repot manusia karena space menurut ilmu fisika tidak ada artinya tanpa meng-assosiasi-kan dengan ketiga faktor yang lain (M, E dan T). Inilah sebabnya sciene/ ilmu itu jadi terbatas kegunaannya artinya ada saja kejadian alam yang tidak bisa dijabarkan dengan ilmu fisika. Ini lalu disebut sebagai fenomena yang digolongkan sebagai kejadian metafisika artinya kejadian diluar jangkauan ilmu fisika.

Tapi banyak juga, yang dulu dianggap sebagai kejadian metafisika ternyata sekarang bisa dijelaskan dengan science/ knowledge. The new Chaos Theory is putting forward the proposition that all things are related, that the Universe is, in fact, one giant interacting entity that follows precise and discoverable laws. We just haven't yet built computers large enough to find out how all these laws work., begitu tulis Michael D Rowland dalam bukunya Absolute Happiness, The Whole Untold Story.

Lalu tambah Michael, Superstition and delusion are dissolved daily as are the concepts of luck, chance and coincidence. Even the most seemingly unrelated events are being seen to be inextricably tied together., Dia percaya (delusion) bisa jadi kaya karena hokie, tapi ternyata itu karena hasil dari kerja keras dan ulet puluhan tahun lamanya. Jadi sejatinya, konsep luck (filosofi Hoki berasal dari Tiongkok koeno, dimana nasib orang (hamba kaisar) ada ditangan seorang kaisar) hanya berlaku bila seseorang tinggal di negara yang tidak mementu, amburadul dan serba un-predictable.

Sementara kebanyakan manusia terperangkap oleh "indahnya" materi(M) dengan ber- KKN, serakah mengumpulkan materi sebanyak mungkin, tapi hanya sedikit manusia yang mulai mempertanyakan apa sesungguhnya S(space) dan T(time) itu.

Kalau Einstein berusaha mencari tahu apa itu T(time) sebenarnya dan sampai dimana relevasinya pengertian T(time) bila M(matter) bergerak sangat cepat/ mendekati kecepatan cahaya, sedang Ron Hubbard mengejar apa itu arti S(space) sesungguhnya dan berhasil memberikan definisi space sebagai berikut, Space is the viewpoint of dimension. A dimension point is any point in a space or at the boundaries of space. Disini space menjadi independen karena tidak tergantung lagi oleh M, E maupun T. Sedangkan tentang T(time) Hubbard menulis, Time is impossible without possession of objects(M). Ya, tentu saja betul sekali, mana mungkin bicara tentang Waktu (T) tanpa mengubungkannya dengan materi.

Jadi, berdasarkan definisi Hubbard ini, seseorang bisa saja mempunyai space hanya dengan membayangkan bahwa dia punya satu atau beberapa viewpoint (titik pandang) "somewhere" dan dari sini dia bisa membuat "kotak" (imaginary space), "lingkaran/ bola" atau "apa saja" dan didalamnya dia "bebas" (un-thwarted)/ sesukanya menyimpan "kreasinya" ditempat itu. Dari sinilah kita bisa "mengerti" bila seseorang bisa saja berkata, "Saya simpan cintamu didalam lubuk hati" atau "Sejak dulu idemu sudah ada didalam pikiran saya.

"Wah kalau gitu saya bisa menciptakan sesuatu tanpa modal matter(M)", timbrung Jojon mulai tertarik. "Iya, malahan dari definisinya Hubbard ini, kita bisa mengerti kalau ada universe lain yang hanya terdiri dari E(energy) dan S(space) saja, tanpa Time dan Matter", tambah Ki Amat serius. "Apa iya Ki", seru anak anak hampir serempak setengah kaget. The other is our personal universe which is no less a matter of Energy and Space, tulis Hubbard. "ES-universe atau sering disebut sebagai microcosmos, dunia kecil atau jagad- cilik, sedangkan MEST-universe disebut juga macrocosmos, dunia besar/ jagad gede", jelas Ki Amat. Jojon mangut mangut, baru tahu semasa kecil sering embahnya mendongeng jagad cilik berisi manusia kecil kecil segede jempol, tinggalnya dibawah tanah, itu jebulnya microcosmos, ES-universe, dunia tanpa Waktu(T) dan Materi(M)

In the ES-universe, on the other hand, honesty, ethics, happiness, justice, equality, equanimity, unconditional love, all become possible tambah Hubbard. Inilah inti ajaran semua agama dan sering disebut sebagai universality, sehingga agama apapun itu pasti suitable untuk setiap manusia (universal) tidak peduli ras apa saja.

ES-universe (=one's personal universe) is an un-thwarted sway, the MEST-universe is a compromise, dua ciri karakteristik yang sangat berlainan sehingga tidak heran bila sangat membingungkan banyak manusia. These two universe are entirely distinct and it could be said the principal confusion and aberration of the individual stems from his having confused one for the other. The two universe do not behave alike

Di dunia besar itu selalu ada paradox misalnya kaya-miskin, yang-yin dsbnya dan inilah perlunya menyelesaikan segala persoalan di MEST-universe dengan kompromi satu sama lainnya, tidak bisa menangnya sendiri, lain halnya di dunia kecil yang tidak mengenal kata kompromi, misalnya soal dogma agama dan spiritual beliefs lainnya, ini bersifat personal/ pribadi, jadi tidak bisa di-kompromi-kan dengan orang lain, setiap orang bebas memilih apa yang dipercayainya (unthwarted sway= seperti ayunan yang tidak ada hambatannya), makanya ES-universe disebut juga sebagai One's personal universe.

Kata universality berasal dari kata ES-universe, merupakan salah satu dari (HAM) hak asasi manusia; equality, justice, happiness (setiap manusia berhak hidup bahagia, menganut agama sesuai dengan pilihannya sendiri). I feel that no one has the right to impose his or her beliefs on another person. I will not propose to you that my way is the best, demikian tulis Dalai Lama dalam bukunya The Power of Compassion

"Lha ini yang bikin banyak manusia bingung, sering mencapur adukan urusan dunia besar dan dunia kecil", jelas Ki Amat. "Selain itu, yang juga membuat banyak manusia bingung adalah selama hayat masih dikandung badan kedua universe itu ada bersamaan tumpang tindih (fully integrated)", kata Ki Amat pakai bahasa tinggi. "Hidup di dua dunia", selentuk Jojon kagum setengah heran.

"Iya, dan tingkah laku seseorang didunia kecil akan mempengaruhi tingkah lakunya dunia besar!", Ki Amat serius memperingatkan anak anak. ...karusakaning jagad cilik ( tegese: ora tata lan ora susilane jagad cilik), iku uga angrusakake (angrubeda) tata tentreming jagad gede, kutip Ki Amat dari buku Serat Sasangka Jati, persis seperti tulis Hubbard, When an individual's ability to create his own universe is rehabilitated it will be found, strangely enough, that his ability to handle the MEST universe has been rehabilitated

"Ki, contohnya apa?", tanya Sutopo penasaran, murid yang duduk dibangku belakang."Ayo apa?", si Ki malah balik menanya. Jojon ragu ragu mengacungkan tangan, "KKN (dunia besar), negara jadi rusak tatanannya, beda tajam antara kaya-miskin (paradox- ciri khas dunia besar) akibat dari dilanggarnya rasa keadilan/ justice(dunia kecil) rakyat". Senang juga si Ki punya murid pinter gini, sambil tersenyum mengangguk pelan.

"Ooh,…….Dunia-ku", anak anak pada bergunam.


Selain itu dalam kehidupan di MEST-universe, mansia selalu berhadapan dengan reality, orang awamnya menyebutnya “Hidup didunia ini tidak bisa lepas dari realita kehidupan” , setiap orang butuh sandang pangan, tempat tinggal yang layak dsb dsbnya (=basic needs) dan bila direnungkan lebih dalam, makna dari cuplikan buku suci Hindu, Veda mengatakan The Vedic tradition divided the world into REALITY and ILLUSION, and Illusion or MAYA is composed of transient forces and events. And Reality is formed of spirit. Thus the task set for every person was to pierce the veil of illusion in order to discover the spirit in everything, begitu yang ditulis oleh DR Deepak Chopra dalam salah satu bukunya yang berjudul The Path to Love

Jadi sejatinya yang kebanyakan manusia mengira DUNIA NYATA( reality) itu sejatinya bersifat FANA, serba semu <Kehidupan di dunia ini semuanya serba semu, tak heran bila hanyasedikit manusia yang tahu bahwa DUNIA NYATA yang mereka maksudkan ini bersifat TRANSITORINESS atau FANA, Maya , Illusion., bisa hilang, ngabur/mabur, terbang, mati dsbnya Fana artinya transitoriness, impermanence atau fleetingness

Sedangkan sejati dari Reality tetap Un-veil. tersembunyi, terselubung oleh hiruk pikuknya ilusi dari fatamorgana.

Lha goal setiap manusia hidup didunia ini adalah membuka tabir illusi dunia maya, dunia yang serba semu ini, dunia yang disalah kaprahkan sebagai “dunia realita”, karena sejatinya Reality is formed of spirit and Human is spiritual being rather than physical being. Thus the task set for every person was to pierce the veil of illusion in order to discover the spirit in everything





Oh….Adam dan Hawa.



Partisipasi: Pak Tiong An-Amerika dan oom Saputra-Australia

Dari Pak Tiong An- Amerika.

Oom Sap,dialinea kedua baris pertama anda menulis............"Adam tak perduli rasnya"......Seandainya saja Adam perduli akan rasnya dan bisa memohon kepada Tuhan,maka pastilah akan diminta ras Chinese,maka akan berbahagialah umatnya tetap berada di Firdaus,karena ketika Hawa ditawarkan buah apel oleh sang ular,pastilah sang ular yang dimakannya bukan apelnya

Komentar oom Saputra

Ha ha ha ha..menarik sekali komentar anda ini, ini sesuai dengan jalan pikiran (mayoritas) kebanyakan orang yang tinggal di Amerika , quote: lalu 27% dari responden orang Amerika, bilang manusia memang hasil dari evolusi tapi Tuhan yang mengarahkannya, karena Tuhan khan tidak mau kalau hasil ciptaannya tidak sesuai dengan kehendakNYA dan meskipun Tuhan, (kasih contoh kepada manusia) menciptakan sesuatu itu tidak sak dek sak nyet. Humans evolved, God guided the process .

Dari kesimpulan mereka ini, mereka percaya bahwa banyak sekali Adam dan Eva di segala penjuru bumi, diantara mungkin saja Adam Eva Chinese ha ha hahahh, yang muncul dari hasil evolusi, bisa hampir bersamaan waktunya atau selang beda beberapa puluh atau ratus bahkan ribu tahun. Makanya itu Tuhan itu tidak membeda bedakan apakah anda itu ras Asia, Eropa, Afrika dsbnya, dimata Tuhan semua manusia sama, apakah itu Jahudi, Arab, Indonesia, Cina dsbnya.

Juga bahkan sebelum ada manusia Tuhan sudah ada, karena eksistensi God adalah timeless. Hanya saja agama baru ada ( Tuhannya sudah ada lho he hehe) setelah ada manusia (binatang yg bisa berbicara) . Ini yang sering didebatkan banyak orang, dengan topik “Agama adalah buatan manusia”

Silahkan simak artikel diabwah ini, yang pernah saya upload beberapa bulan lalu
























































Saya agak surprise waktu membaca hasil survey di Amerika;

Di tahun 2004, 56% responden percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia dalam bentuknya seperti sekarang ini God created humans in present form, lalu 27% dari responden bilang manusia memang hasil dari evolusi tapi Tuhan yang mengarahkannya, karena Tuhan khan tidak mau kalau hasil ciptaannya tidak sesuai dengan kehendakNYA dan meskipun Tuhan, (kasih contoh kepada manusia) menciptakan sesuatu itu tidak sak dek sak nyet. Humans evolved, God guided the process dan hanya 13% percaya bahwa Tuhan tidak campur tangan sama sekali dalam evolusi manusia. Humans evolved, God did not guide process.

Informasi di video clip ini termasuk pendapat para scientists yang mengatakan bahwa evolusi adalah natural process dan tidak perlu bantuan Intelligence Creator atau God. 13% percaya bahwa Tuhan tidak campur tangan sama sekali dalam evolusi manusia. Humans evolved, God did not guide process., Silahkan simak intisarinya.



Tapi anehnya, mayoritas rakyat Amerika ini menolak usaha usaha pihak kelompok agama untuk tidak mengajarkan theori evolusi Darwin disekolah sekolah pemerintah. Americans do not believe that humans evolved, and the vast majority says that even if they evolved, God guided the process. Just 13 percent say that God was not involved. But most would not substitute the teaching of creationism for the teaching of evolution in public schools. Rakyat Amerika rupa rupanya sudah cukup matang untuk membedakan mana yang termasuk faith, dan mana yang science. Tapi bila dipikir lebih mendalam dan berdasar atas falsafah There is no life without faith, science yang fondasinya dari reasoning, logics sama sekali tidak berseberangan dengan faith !. Ini cuplikan tulisan Pope di ENCYCLICAL LETTER FIDES ET RATIO OF THE SUPREME PONTIFF JOHN PAUL II TO THE BISHOPS OF THE CATHOLIC CHURCH ON THE RELATIONSHIP BETWEEN FAITH AND REASON, no reason for competition of any kind between reason and faith: each contains the other, and each has its own scope for action

Lanjut Pope, Philosophy and the sciences function within the order of natural reason; while faith, enlightened and guided by the Spirit, recognizes in the message of salvation the “fullness of grace and truth” (cf. Jn 1:14) which God has willed to reveal in history and definitively through his Son, Jesus Christ (cf. 1 Jn 5:9; Jn 5:31-32).

Revelation has set within history a point of reference which cannot be ignored if the mystery of human life is to be known. Yet this knowledge refers back constantly to the mystery of God which the human mind cannot exhaust but can only receive and embrace in faith. Between these two poles, reason has its own specific field in which it can enquire and understand, restricted only by its finiteness before the infinite mystery of God.

This is to say that with the light of reason human beings can know which path to take, but they can follow that path to its end, quickly and unhindered, only if with a rightly tuned spirit they search for it within the horizon of faith. Therefore, reason and faith cannot be separated without diminishing the capacity of men and women to know themselves, the world and God in an appropriate way.

There is thus no reason for competition of any kind between reason and faith: each contains the other, and each has its own scope for action


Selengkapnya klik Faith and Ratio



Dilain pihak, orang orang pengikut theori Darwin, sekarang ini lebih meng-konsentrasikan diri untuk mempromosikan theorinya dikalangan ilmuwan dan orang orang terpelajar saja (setengah pinter) dan tidak lagi didepan umat beragama. Support for evolution is more heavily concentrated among those with more education and among those who attend religious services rarely or not at all.

Saya koq lalu teringat, Telor dulu, begitu jawab sang keponakan, waktu saya tanya, Ayo,Telor atau Ayam betina, mana yang duluan, lalu saya kejar, Lha kalau Ayam betina dan Telor, mana yang duluan, jawabnya, Ayam betina yang duluan, gitu aja koq repot repot…. he he he





The journey of man



Partisipas: Dari Pak Edy Hardjito- Qatar dan Robby-England

Dari Pak Eddy Hardjito

Oom Sap dan GISer,

Saya juga orang awam, tapi membaca cerita dari bawah tadi ttg Hang Lekir kok langsung otak mengembara dan mencari cari asal asul kenapa ada negro/bule/chinese, ternyata mereka keturunan Nuh(Noah) yg berwarna kulit hitam/putih dan kuning, lalu mereka mengembara hingga salah satu nya menjadi kita kita ini.

Untuk urutan Nuh keatas sampai Adam, saya nggak ngerti. SItusnya Nuh ini ada di negara Jordan, kecamatan Karak. Saya coba mau mampir tapi tidak jadi, karena jalannya sempit dan melewati pasar, serta susah ketemu orang yang berbahsa Inggris untuk ditanya.

Rgds, Edy

Dari Robby- sekarang tinggal di England ( artikel pernah dimuat di situs GIS)

Buku "the journey of man: a genetic odyssey" (2003) berkisah tentang perjalanan manusia: bukan satu manusia, namun seluruh ras manusia. Kisah perjalanan ini ditulis dari sudut pandang genetika, oleh Spencer Wells (doctor dari Stanford University). Disebutkan bahwa di dalam tubuh kita tercetak sejarah panjang manusia; yg ibaratnya, cetakan ini adl mesin waktu ke masa lalu, kira2x sampai 60,000-140,000 tahun lampau.

Penjelasan diawali dari XY sex-determination system, yaitu: kalau anda wanita, maka anda memiliki XX-chromosomes (homogametic sex), sedang kalau anda pria, maka memiliki XY-chromosomes (heterogametic sex); itu kalau anda normal, sebab ada beberapa penyimpangan yg minor spt XX-male atau XY-female, dll.

Y-chromosom yg ada pada pria2x normal akan terus diturunkan secara eksklusif pada anak laki2x mereka, dgn informasi (marker) yg persis sama. Jika ada mutasi, maka marker ini akan bertambah untuk menunjukkan mutasi yg ada, tetapi tetap menyimpan marker sebelum mutasi. Dengan demikian, Y-chromosome menyimpan informasi yg tak berubah dalam darah para pria ttg "kakek"-moyang mereka, jauh sampai puluhan ribu tahun yg lalu. Dibidang genetic genealogy, laki2x pertama yg memiliki Y-chromosome disebut "Y-chomosomal Adam", ayah dari seluruh manusia, tak peduli ras mereka.

Tidak cukup mengamati Y-chromosome pada pria, Wells (dan juga ahli genetika yg lain, terutama gurunya: Prof. Luigi Luca Cavalli-Sforza) juga mengamati Mitochondrial DNA, yg diturunkan secara eksklusif dari ibu ke anak gadisnya. Ini memberi kesempatan para ahli untuk menelusuri garis keturunan dari sisi wanita. Dlm pengamatan ini ada istilah "Mitochondrial Eve", yg diyakini sbg ibu pertama manusia, ibu dari seluruh manusia sejagad.

Namum demikian, apakah "Y-Chromosomal Adam" dan "Mitochondrial Eve" hidup di waktu yg sama? Tidak ada ahli yg 100% yakin. Sangat besar kemungkinan mereka hidup di waktu yg berbeda. Mitochondrial Eve diduga (dari hitungan "molecular clock") hidup 140,000 tahun yg lalu di afrika (kemungkinan ethopia/kenya/tanzania). Sedang Y-chromosomal Adam hidup 60,000 (sampai 90,000) tahun yg lalu juga di Afrika. Sbg catatan, homo-sapiens-sapiens (manusia) diperkirakan mjd species yg terpisah dari homo-homo yg lain sejak 200,000 tahun lalu.

Hal yg menarik lainnya: Wells mengatakan bahwa dgn menganalisa sampling darah dari manusia seluruh penjuru dunia didapati bahwa marker yg unik (yg tidak ada pada suku-bangsa atau ras yg lain) ada di afrika, tepatnya pada "bushmen", suku yg telah terisolasi sejak puluhan ribu tahun. (Kalau pernah nonton film "the gods must be crazy" pasti pernah lihat orang2x bushmen, atau kalau tidak, bisa baca di wikipedia untuk informasi lebih lanjut).

Berdasarkan analisa tsb, Wells (didukung ahli genetika yg lain serta ahli anthropology) meyakini bahwa semua ras manusia awalnya berasal dari afrika (out-of-africa hypothesis: manusia --homo sapiens-sapiens-- berevolusi di afrika dan kemudian menyebar ke dunia). Sebelumnya keyakinan ini diutarakan oleh para ahli paleoanthropology dgn menganalisa tulang-belulang manusia (tulang manusia di afrika lebih tua dibanding dgn tulang belulang di tempat2x lain dimuka bumi). Untuk diketahui, Manusia-Jawa (java-man atau pithecanthropus erectus) yg tulangnya ditemukan di Trinil, Bengawan Solo, bukanlah manusia spt kita (dgn kata lain mereka bukan species yg sama dgn kita). Mereka termasuk dalam homo-erectus, yg masih saudara dekat dari Manusia-Peking (peking-man atau homo erectus pekinensis). Homo-erectus adalah manusia setengah kera, dgn ukuran otak 25% lebih kecil dari manusia spt kita, meski sudah berjalan dgn dua kaki. Mereka ini akhirnya punah (kecuali homo floresiensis (=hobit= manusia kerdil) yg masih teka-teki) sebelum manusia --homo sapiens-sapiens-- sampai ke nusantara., Silahkan lihat image terlampir




Singkatnya, karena perubahan cuaca global, daratan afrika yg sebelum savanah yg nyaman dihuni oleh sekolompok kecil manusia-manusia awal, berubah menjadi padang gurun yg sulit untuk dihuni dan untuk cari makan. Sebagian dari mereka mulai bergerak, ada yg ke selatan, ada pula yg ke utara. Yg ke utara (sekitar 50,000 tahun yg lalu) menyusuri pantai afrika, ke semenanjung arab, india, sumatra, jawa dan sampai ke australia. Perlu diingat, ini adl gelombang pertama, dan waktu mereka bergerak (45,000-50,000 tahun yg lalu), benua afrika dan semenanjung arab masih terhubung, jawa-sumatra masih satu dgn benua asia, sedang papua satu dgn australia (last ice age atau late pleistocen, yg berakhir 10,000 tahun yg lalu).

Dari analisa genetika orang aboriginal australia, mereka (gelombang imigrasi pertama) sampai ke australia sekitar 45,000 tahun yang lalu. Jadi mereka datang sbg homo-sapiens-sapiens (species yg persis sama dgn kita sekarang). Ini juga, secara persepsi mata awam, menjelaskan mengapa orang oboriginal australia lebih mirip orang afrika dibanding dgn dgn orang asia (melayu, indochina, china).

Gelombang berikutnya, dari manusia afrika yg hidup di timur-tengah (40,000 thn yg lalu) bergerak, ada yg ke timur: ke india (30,000 thn yg lalu), dan juga ke china (35,000 tahun yg lalu) berjalan memutari pegunungan himalaya. Dari yg hidup di timur-tengah ini ada pula yg bergerak ke asia tengah (kazakhtan, kyrgystan, dll, 35.000 tahun yg lalu), dimana kemudian sebagian dari mereka menyebar ke barat ke eropa (30,000 tahun yg lalu, berjumpa dgn homo neanderthalensis), dan juga ke utara dan timur (siberia, 20.000 tahun yg lalu). Sebagian yg ke timur menyeberang selat bering ke amerika yg waktu itu masih tersambung oleh es dgn asia. Yg ke amerika inilah yg di kemudian hari menjadi orang "indian amerika" (itu sebab kalau kita perhatikan: mata orang indian amerika sangat mirip dgn orang asia khususnya yg sekarang tinggal di siberia timur).

Tentu, dalam perjalanan ras manusia 50,000 tahun sejak mereka meninggalkan afrika terjadi banyak mutasi genetika yg disebabkan oleh kondisi lingkungan yg berbeda-beda, ini menyebabkan ada yg bermata biru, ada yg berambut hitam pekat, ada yg bermata sipit, dan seterusnya. Tapi kalau ditelusuri secara genetika, semua ras yg berbeda-beda ini ternyata berasal dari manusia (atau kelompok manusia) yg sama, yg diyakini berasal dari afrika.

p.s:


1. semua keywords bisa ditilik lebih lanjut di wikipedia.
2. bacaan pendukung: "the great human diaspora" (Cavali-Sforza et al., 1996), "the history and geography of human genes" (Cavali-Sforza et al., 1994), "genes, peoples and languages" (Cavali-Sforza, 2000)

3. saya bukan ahli biologi/genetika, jika ada salah mohon koreksi.

salam, -robby

//canberra, june 8, 2007

Dari Oom Saputra-Canberra:


quote: Y-chromosom yg ada pada pria2x normal akan terus diturunkan secara eksklusif pada anak laki2x mereka, dgn informasi (marker) yg persis sama. Jika ada mutasi, maka marker ini akan bertambah untuk menunjukkan mutasi yg ada, tetapi tetap menyimpan marker sebelum mutasi. Dengan demikian, Y-chromosome menyimpan informasi yg tak berubah dalam darah para pria ttg "kakek"-moyang mereka, jauh sampai puluhan ribu tahun yg lalu. Dibidang genetic genealogy, laki2x pertama yg memiliki Y-chromosome disebut "Y-chomosomal Adam", ayah dari seluruh manusia, tak peduli ras mereka.

Secara ilmiah ternyata banyak sekali Adam tak peduli apa rasnya. Jadi manusia pertama bisa saja berbarengan muncul dimuka bumi ini hasil dari evolusi dibanyak bagian dari benua, tidak hanya terbatas di Afrika saja. Ini theori yang terbaru tentang asal usul manusia di bumi ini.





Ekspedisi Kon Tiki

Partisipasi: Oom Saputra - Canberra

Foto ini saya jepret di komplek reruntuhan purbakala Huaca de la Luna di Peru. Peruvian Hairless dog, oleh penduduk setempat dinamakan Veringo, anjing asli yang klimis tak berbulu ini asli dari daerah Amerika Tengah terutama di Peru, Bolivia, Meksiko dan sekitarnya. Ganbarnya bisa dilihat di sisa sisa reruntuhan bangunan kuno di komplek itu, menunjukkan bahwa jenis anjing ini memang berasal dari daerah ini sejak dulu, pre-Inca.
Warnanya bisa coklat, abu2 dan campuran antar kedua warna itu (= copper). Dari ukuran badannya ada 3 macam ukuran yaitu S(small), M( medium ) dan Large( L) kayak pakaian aja ha ha ha..

Juga menarik, waktu si guide menyebutkan nama jenis anjing Veringo, saya lantas ingat akan nama anjing asli Australia, Dingo. Apakah aborigine Australia ada hubungan darah dengan penduduk asli Amerika, Indian ? Ditambah lagi, saya ingat sewaktu masih duduk dibangku SR ( SD) pernah baca buku Ekspedisi Kon Tiki, Thor Heyerdhal bertheori bahwa penduduk didaerah kepulauan Pacific doeloe asalnya dari Indian Amerika, terutama suku Inca yang terkenal mempunyai kebudayaan tinggi, jauh sebelum dijajah oleh Spanyol dan Portugis.
Kon-Tiki was the raft used by Norwegian explorer and writer Thor Heyerdahl in his 1947 expedition across the Pacific Ocean from South America to the Polynesian islands. It was named after the Inca sun god, Viracocha, for whom "Kon-Tiki" was said to be an old name. Kon-Tiki is also the name of the popular book that Heyerdahl wrote about his adventures.









































Silahkan lihat dokumenter video clip Kon Toki Expedition (Dokumentarfilm über die Kon Tiki Expedition Thor Heyerdahls im Jahre 1947.) dibawah ini



Keinginan tahu ( to satisfy my own curiosity- Curiosity (from Latin curiosus "careful, diligent, curious," akin to cura "care") is an emotion related to natural inquisitive behavior such as exploration, investigation, and learning, evident by observation in human and many animal species. The term can also be used to denote the behavior itself being caused by the emotion of curiosity. As this emotion represents a drive to know new things, curiosity is the fuel of science and all other disciplines of human study.) saya itu, saya pendam sampai kemarin waktu saya mulai membuat artikel ini.

Dan ternyata bukti genetik (lack of DNA evidence) menyanggah theori migrasi Thor Heyerdhal , silahkan simak video clip dibawah ini.
It did not include in the video of how Thor Heyerdahl's theory was flawed since his Kon-Tiki raft theory was done by "drifting" from S. America to Polynesia with no regard to the time of season and changing of currents where it reverses, depending on what time of the year it is as proven by Nainoa Thompson and cousin Chad Baybayin and other Hawaiian navigators. This is also supported by the lack of DNA evidence as mentioned in the video..
Lha ini suatu bukti bahwa artikel yang baik itu akan berguna bagi pembacanya dan sekaligus akan menambah pinter (=active learning) si penulisnya he he he …







Genius Lang lang




Partisipasi: Oom Saputra- Canberra

Bagi anda yang gemar musik klasik, pasti pernah mendengarkan salah satu karyanya Tchaikovsky Piano Concerto No., kali ini piano dimainkan oleh Lang Lang cowok usia 23 tahun, kelahiran Shenyang, dia ini adalah pianis kaliber internasional lho, hebat luar biasa.

Tinggalnya sekarang banyak di Chicago, kalau tidak sedang main konser keliling dunia.

Lang Lang ini sudah main piano sejak kecil bahkan waktu usia 5 tahun udah jadi juara piano disekolah musiknya di Shenyang.

Pernah waktu gagal jadi jaura, dia dikasih pil antibiotik satu botol penuh oleh ayahnya, disuruh bunuh diri !! , begitu kenangnya. To avoid shame, his father claimed that "dying was the only way out" and ordered Lang Lang to commit suicide by urging him to swallow an entire bottle of antibiotics.

Lang Lang was born in Shenyang, China, and he has Manchu ancestry. When he was only two years old, he watched the Tom and Jerry episode The Cat Concerto which features the Hungarian Rhapsody No. 2 by Franz Liszt. According to Lang Lang, this first contact with Western music is what motivated him to learn piano.He began lessons with Professor Zhu Ya-Fen at age three. At the age of five, Lang won first place at the Shenyang Piano Competition and performed his first public recital.

When he was nine years old, Lang Lang neared his audition for Beijing's Central Conservatory of Music, and, having difficulties with his lessons, was expelled from his piano tutor's studio for lack of talent. It was at this point, that his relationship with his father began to suffer.To avoid shame, his father claimed that "dying was the only way out" and ordered Lang Lang to commit suicide by urging him to swallow an entire bottle of antibiotics. His music teacher at his state school noticed Lang Lang's sadness, and decided to comfort him by playing a record of Mozart's Piano Sonata No. 10 in C Major, K. 330; she asked him to play along with the second movement. This reminded Lang Lang of his love of the instrument. "Playing the K. 330 brought me hope again," recalled Lang Lang.








Vancouver Public library




Partisipasi; Harsono Ng-Vancouver














































Waktu masih di Jakarta, kata library (perpustakaan) hanya saya ketemukan di film2 dan buku2 cerita walaupun saya tahu di Jakarta ada juga sih, dimana letaknya pun saya tidak tahu karena anak2 sekolah hampir tidak pernah di minta cari data di library. Sesudah kerja mau mencari berbagai data tentang Indonesia susah sekali, saya pernah beberapa kali mencoba cari data di BPS (Badan Pusat Statistik) di Jl.Sutomo Jakarta, tapi waktu itu sangat mengecewakan karena rata2 datanya ketinggalan beberapa tahun. Dengan adanya internet terutama google, banyak hal bisa terbantu, mudah2an BPS sekarang sudah banyak perbaikan setelah heboh mengenai data penduduk miskin yang banyak dikritik orang. Mengenai perkembangan library di Indonesia saya ingin sekali membaca mengenai perkembangannya, mungkin dari GISers yang pernah kesana.

Saya menulis ini karena Om Sap mau berkunjung ke Vancouver, saya selalu ingin memperlihatkan library disini kepada pengunjung karena selain gedungnya yang sangat artistic (didesign oleh Architects Moshe Safdie, Richard Archambault dan Barry Downs yang memenangkan design kompetisi pada waktu itu. Gedung yang saat ini berdiri diresmikan pemakaiannya pada tgl.26 Mei, 1995.) juga pantas dibanggakan karena jumlah bukunya dan kecanggihan sistimnya.Melalui sejarah panjang (dari 1867 sampai sekarang), VPL (Vancouver public Library) saat ini mempunyai 26 cabang di Grater Vancouver,selain itu kota2 satelit masing2 juga mempunyai library sendiri yang tidak terkait dengan VPL tapi mereka bekerja sama dalam beberapa hal umpanyanya kita bisa mengembalikan bahan2 (buku dll) yang kita pinjam dari VPL melalui library di kota masing2, kita juga bisa bisa mengorder bahan2 dari VPL melalui library di kota satelit masing2. Bedanya mungkin cuma bahan2 yang kita order melalui library pihak ketiga tidak bisa diperpanjang, sedangkan yang dari VPL bisa diperpanjang 2 kali @ 3 minggu untuk kebanyakan bahannya (buku, DVD, CD dll).

Saat ini VPL adalah Library yang no. 3 terbesar di seluruh Kanada. Ada sekitar 400 an ribu pemegang kartu VPL untuk penduduk Vancouver dan pinjaman pertahunnya bisa mencapai 3-4 juta transaksi. Aktifitas mereka juga macam2 termasuk seminar2, pameran 2, pesta2 perkawinan bagi yang mau menyewa sebagian ruangannya karena saat ini belum seluruh gedung terpakai secara penuh karena perencanaannya juga termasuk untuk jangka panjang.

Library di danai melalui pajak2 yang kita bayar. Kalau semua pajak yang dikumpulkan oleh orang2 di Indonesia masuk ke kas negara, mestinya Indonesia bisa mempunyai library2 yang tidak kalah canggih dengan negara2 lain, dan itu penting untuk kemajuan bangsa karena banyak sekali pengetahuan yang bisa didapat melalui library. Kecuali ilmu “tertentu” yang mesti belajar dari negara seperti Indonesia, itupun tidak tertulis..hehehe. Di Kanada kan tidak ada polisi atau petugas2 pajak yang mendadak bisa mempunyai uang ber milyar2 di rekening banknya.

Kita bisa pinjam buku yang jumlahnya tidak terbatas, sedangkan DVD, CD ,Video maximum hanya bisa pinjam 5 buah setiap kali pinjam dan untuk 3 minggu, jadi kalau mau pinjam DVD film silat seperti To Liong To dan sejenisnya, masih keburu dalam periode tersebut selesai di lihat, mau di perbaharui selama 3 minggu lagi bisa dilakukan melalui internet kalau tidak ada pesanan dari orang lain. Dan bagusnya beberapa hari sebelum jatuh tempo, kita diingatkan melalui internet supaya kita punya persiapan untuk mengembalikan, dendanya adalah se dollar setiap hari terlambat sampai maksimum sekian dollar, kadang2 sudah kita kembalikan masih ditegur juga melalui internet (terjadi dalam kasus kalau pengembaliannya via library lain atau melalui ban berjalan , alternative nya adalah langsung ke counter yang pasti “aman”), kita bisa jelaskan bahwa kita sudah kembalikan dan mereka akan search sampai masa 3 bulan dan jarang sekali hilang.

Mau buku apa saja kita bisa search melalui internet dan pesan, kalau sudah tersedia mereka akan email kita atau telepon tergantung maunya kita dihubungi melalui apa waktu memesan. Kita datang ke VPL dan ambil di rak tertentu yang sudah tercantum nama kita. Kalau ada buku2 , DVD2 baru mereka umumkan di internet dan brosur2, atau kita bisa usulkan. Banyak sekali sumbangan2 dari negara2 lain, saya lihat yang paling aktif adalah China yang sectionnya berkembang cepat sekali dan menjadi ajang promosi (China daratan dan Taiwan digabung jadi satu). Mengingat Vancouver Library sering dikunjungi wisatawan2 asing, bagus juga kalau Indonesia bisa menyumbangkan buku2, video2 atau DVD mengenai Bali dan daerah2 tempat wisata lainya sebagai ajang promosi, mudah2an ini dibaca oleh kalangan yang terkait. Mengenai Indonesia saya ketemu satu DVD tentang Bali yang tidak begitu bagus dan ketemu DVD bagaimana pasukan Indonesia membunuh Fretilin di Timor Timur waktu itu. China mencounter issue Tibet dengan mengedarkan banyak DVD bagaimana pemerintah China membangun Tibet saat dari dulu yang terbelakang sampai sekarang ini.

Terlampir adalah beberapa foto tentang VPL.

No.0812: Kira2 seperti itu kalau VPL dilihat dari atass, fotonya dibawah ini














































No.0920 : Pintu depan mau masuk library, orang bisa santai waktu summer dan tersedia TV besar yang waktu itu untuk menonton pertandingan Olympic diawal tahun ini.














































No. 0811-8014 adalah counter untuk express check out dimana kita scan kartu kita dan semua yang kita pinjam, bisa di print sekaligus untuk menetralisir security alarm waktu kita keluar, kadang2 entah bagaimana bisa berbunyi juga, hanya ada satu security dipintu yang akan mencek kalau berbunyi dan kita perlihatkan print outnya supaya bisa lewat.











































































































No.1006 dan 0819 : Ada juga toko2 penjual souvenir dan kedai2 kopi supaya orang bisa bersantai dan duduk2 didaerah itu.





























































































No.0833-0834 : Counter kalau kita mau tanya2 informasi dan suasana didalam library.














































Mudah2an bisa member tambahan informasi bagi GISers lainnya.

| Home | Tentang Kami | Buku tamu | Kirim artikel | Beri Tau Teman | Horoskop/zodiak | Kontak kami | Weblink | Gallery Foto
 

Copyright © 2007 Globalindo.Net Best View Resolution 1024 x 768 Pixel
Designed, Hosted & Maintenanced by: Balinter.Net